Dalam dunia medis, bayi tabung disebut dengan IVF (In Vitro Fertilization). Maksudnya adalah proses pembuahan sel telur dan sel sperma yang dilakukan di luar rahim. Lantas di mana? Di dalam sebuah tabung pembuahan sehingga metode ini disebut sebagai bayi tabung. Nantinya dalam proses pembuatan bayi tabung, sel telur dan sel sperma yang sudah melakukan inseminasi buatan akan dipindahkan ke rahim Moms.

Lantaran menggunakan teknologi dan pengetahuan kedokteran yang canggih, program IVF memang membutuhkan dana cukup mahal yakni mencapai ratusan juta rupiah. Hanya saja bayi tabung adalah alternatif terbaik bagi Moms yang ingin memperoleh buah hati dalam rumah tangga.

BACA JUGA: Cari Dokter Kandungan Terbaik di Jakarta, Ini Rekomendasinya

Kapan Moms Mulai Pertimbangkan Bayi Tabung?

Masalah infertilitas atau tidak subur memang jadi penyebab utama seorang perempuan sulit hamil. Infertilitas sendiri memang jadi salah satu faktor Moms harus mempertimbangkan bayi tabung. Apalagi jika Moms ingin hamil dan sudah menginjak usia di atas 40 tahun, IVF bisa jadi solusi terbaik. Hanya saja bukan infertilitas dan usia saja yang menjadi faktor penggunaan bayi tabung.

Beberapa kondisi lain seperti kelainan genetik, menderita penyakit serius seperti kanker, gangguan pada tuba falopi atau rahim yang membuat sel telur tersumbat hingga gangguan ovulasi sampai endometriosis yang mengganggu proses pembuahan, jadi beberapa alasan kenapa bayi tabung adalah jawabannya. Tak hanya itu saja, sperma yang berkualitas rendah hingga masalah kekebalan tubuh juga bisa membuat sulit hamil.

Nantinya ketika Moms memilih prosedur IVF, dokter akan melakukan pengecekan secara menyeluruh pada sel telur. Sehingga Moms akan tahu ada masalah apa dalam kode genetik sehingga membuat sulit hamil. Nah, setelah embrio yang terbentuk di tabung pembuahan sukses, barulah ditanam dalam rahim dan mengikuti proses pembuatan bayi tabung sesuai anjuran dokter.

BACA JUGA: Kenapa Hasil Test Pack Bisa Salah? Bisa Jadi Ini Penyebabnya, Moms!

Tata Cara Proses Bayi Tabung

Dengan biaya yang ditetapkan cukup besar, metode inseminasi buatan ini memang harus melewati serangkaian proses panjang. Berikut ini adalah tahapannya yang harus Moms ketahui:

  1. Supaya metode IVF lancar, hal pertama yang dilakukan dokter adalah dengan melakukan pemeriksaan kepada calon Ibu. Dokter akan mengecek kadar estrogen di dalam darah untuk memastikan status tidur ovarium/indung telur. Kemudian akan dilakukan USG transvaginal demi mengecek ukuran ovarium dan mencegah kemungkinan kista.
  2. Setelah pemeriksaan, dokter akan melakukan stimulasi ke ovarium demi meningkatkan jumlah sel telur yang dihasilkan. Makin banyak sel telur yang diambil dan dibuahi selama IVF, makin besar peluang hamil. Dalam tahap ini dokter akan memberikan obat kesuburan kepada Moms, sembari memantau perkembangannya lewat USG dan melakukan pemeriksaan kadar estradiol melalui tes darah.
  3. Sebelum diambil, oosit (sel telur dalam ovarium) harus benar-benar dalam kondisi matang. Biasanya dokter akan memberikan suntikan hCG supaya maksimal. Barulah setelah 34-36 jam dari suntikan hCG, oosit akan diambil melalui USG transvaginal dan dibawa ke laboratorium embriologi untuk proses inseminasi.
  4. Selama inseminasi buatan, dokter akan memilih telur dan sperma terbaik. Dalam waktu 12-24 jam, diharapkan telah terjadi pembuahan. Supaya Moms siap, dokter akan memberikan injeksi hormon progesteron agar dinding rahim siap menerima embrio dalam waktu 3-5 hari setelah inseminasi.

Kenapa harus menunggu 3-5 hari setelah inseminasi? Karena dokter harus menunggu embrio ada di fase blastosit. Embrio di fase blastosit akan bisa menempel dengan baik di rahim Moms dan proses pembuatan bayi tabung selesai. Jika sesuai dengan rencana, Moms tentu akan segera bisa mengandung dan akhirnya memiliki buah hati.

Leave a Comment