Jengkol biasanya menjadi salah satu makanan yang paling dihindari. Tentu saja karena baunya yang menyengat. Tapi, disisi lain, ada banyak orang yang suka sekali dengan makanan ini. Olahannya selalu memiliki cita rasa khas dan enak. Bahkan, tidak jarang ibu hamil ingin memakannya dengan alasan ngidam. Tapi Moms, bolehkah ibu hamil makan jengkol?

Banyak, loh, Moms, ibu hamil yang pikir-pikir soal makan jengkol.  Karena ada pertanyaan umum di kalangan perempuan hamil tentang jengkol. Yakni pertanyaan apakah makan jengkol membuat air ketuban bau?

Nah, daripada Moms bingung ingin makan atau tidak, lebih baik melihat ulasannya di bawah ini.

BACA JUGA: Moms Wajib Tahu! Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil 1 Bulan

Efek Samping Mengonsumsi Jengkol Ketika Hamil

Jengkol memang memiliki aroma dan cita rasa yang khas. Seperti makanan pada umumnya. Jengkol juga punya berbagai kelebihan dan efek samping apabila dikonsumsi secara berlebihan. Berikut beberapa contohnya:

1. Dapat Memicu Morning Sickness

Moms tentu tahu soal morning sickness. Biasanya mual sekaligus muntah ini dapat terjadi pada ibu hamil secara hormonal. Jengkol memiliki rasa dan aroma yang cukup kuat. Hal ini dapat memicu Moms untuk mengalami morning sickness yang lebih parah lagi.

2. Jengkol Dapat Menimbulkan Sakit Pinggang

Jengkol memiliki semacam kandungan di dalamnya yang bernama asam jengkolat. Nah, mengonsumsi asam jengkolat secara berlebihan dapat memicu timbulnya sakit pinggang. Ditambah lagi, jika asam jengkolat dibiarkan menumpuk, maka bisa memicu pendarahan pada kandung kemih. Sebab ternyata asam jengkolat dapat mengkristal dengan bentuk yang sangat tajam di dalam tubuh.

3. Jengkol Dapat menyebabkan Keracunan

Jengkol untuk ibu hamil tua mungkin masih aman. Tetapi bagi Moms yang sedang hamil muda, bisa jadi jengkol dapat menyebabkan keracunan. Biasanya hal ini ditandai dengan susahnya buang air kecil, demam, sakit kepala, dan perasaan nyeri pada tubuh.

4. Dapat Menyebabkan Keguguran

Nah, resiko paling berat dan besar dari mengonsumsi jengkol ketika hamil adalah mengalami keguguran. Seperti telah disebutkan bahwa jengkol dapat menimbulkan bahaya keracunan jika dikonsumsi secara berlebih. Maka, jika efek keracunannya menjadi sangat parah, bisa saja terjadi keguguran.

BACA JUGA: Enak dan Manis, Tapi Bolehkah Ibu Hamil Makan Durian?

Manfaat Jengkol untuk Ibu Hamil

Bolehkah Ibu Hamil Makan Jengkol
Bolehkah Ibu Hamil Makan Jengkol

Meskipun memiliki banyak efek samping mengonsumsi jengkol ketika hamil, ternyata makanan unik dan khas ini memiliki kelebihan juga, loh, Moms. Berikut ulasannya:

1. Dapat Memenuhi Asupan Kalsium Moms yang Sedang Hamil

Kalsium yang dimiliki jengkol cukup tinggi, loh, Moms. Untuk itulah, Moms bisa memenuhi kebutuhan kalsium saat hamil dengan mengonsumsi jengkol secukupnya.

2. Meminimalisir Resiko Osteoporosis

Karena memiliki kandungan kalsium yang tinggi, jengkol dapat meminimalisir resiko osteoporosis. Terutama kepada Ibu hamil.

3. Memiliki Kandungan Serat yang Tinggi

Selain tinggi kalsium, jengkol juga mengandung serat yang cukup tinggi. Hal ini berfungsi untuk mengurangi resiko sembelit pada ibu hamil, loh, Moms.

BACA JUGA: Makanan yang Baik Untuk Ibu Hamil Muda Agar Janin Tumbuh Sehat

Jadi, Bolehkah Ibu Hamil Makan Jengkol?

Jawabannya tentu saja boleh. Tetapi jangan berlebihan mengkonsumsinya. Secukupnya saja. Karena lebih disarankan untuk menghindari makanan ini pada saat hamil. Dan apabila memang sedang ngidam dan ingin sekali, maka Moms harus memastikan bahwa jengkol dimasak dengan baik dan matang.

Terus, ke pertanyaan selanjutnya: bolehkah ibu hamil makan jengkol mentah? Untuk yang satu ini sebaiknya dihindari terlebih dahulu, ya, Moms. Karena ditakutkan terdapat bakteri listeria di dalam jengkol yang masih mentah.

Pada dasarnya, semua hal yang berlebihan memang bukan hal baik. Termasuk di dalamnya dengan makan jengkol secara berlebihan. Untuk itu, Moms harus mengatur batasan untuk ibu hamil makan jengkol. Sedikit saja mungkin sudah cukup.

Itulah beberapa ulasan mengenai bolehkah ibu hamil makan jengkol. Akan lebih baik lagi jika Moms mengkonsultasikan ini dengan dokter kandungan Moms, ya. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment

%d bloggers like this: