Sebagian besar masyarakat tidak mengetahui tahapan vaksin difteri. Padahal anak seharusnya menerima vaksin difteri sesuai tahapan, agar tubuh menjadi lebih kebal terhadap bakteri Corynebacterium diphteriae.

Bagi yang belum tahu, difteri merupakan salah satu infeksi bakteri yang fatal akibatnya jika tidak segera ditangani. Karena itulah Moms harus mengetahui tahapan pemberian vaksin difteri agar anak Moms terhindar dari penyakit  difteri. Berikut tahapan yang dimaksud.

BACA JUGA: Wajib Paham! Ini Tahapan Vaksin Hepatitis B yang Harus Diketahui

Tahapan Vaksin Difteri di Indonesia

Vaksin difteri di Indonesia dilakukan sebagai tindak pencegahan penyakit difteri. Pemberian vaksin dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu:

  • Vaksin DPT-HB-Hib (Difteri – Pertusis – Tetanus – Hepatitis B – Hemofilus Influenza tipe B ) dilakukan saat bayi berusia 2 bulan atau kurang (minimal berusia 6 minggu).
  • Vaksin DPT-HB-Hib, saat bayi berusia 3 bulan
  • Vaksin DPT-HB-Hib, saat bayi berusia 4 bulan
  • Vaksin DPT-HB-Hib, saat bayi berusia 18 bulan atau 1,5 tahun
  • Vaksin DT (Difteri Tetanus), saat anak berusia 5 tahun atau saat kelas 1 SD
  • Vaksin Td, saat anak kelas 2 atau 3 SD
  • Vaksin Td, saat anak kelas 5 SD
  • Vaksin Td, saat anak berusia 18 tahun dan diulang setiap 10 tahun sekali.

Orang dewasa masih disarankan untuk melakukan vaksin difteri dewasa Td karena ditakutkan kekebalan tubuh terhadap bakteri Corynebacterium diphteriae menurun. Jadi pemberian vaksin Td pada orang dewasa bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Jawaban Pertanyaan yang Berhubungan dengan Vaksin Difteri

Tahapan Vaksin Difteri
Tahapan Vaksin Difteri

Setelah mengetahui beberapa tahapan vaksin difteri, Moms pasti bertanya-tanya tentang beberapa hal. Nah, Moms tidak perlu khawatir, karena pertanyaan yang sering muncul akan dijawab di ulasan berikut.

Bagaimana jika terlambat melakukan vaksin difteri?

Jika terlambat vaksin, anak harus mengikuti imunisasi kejaran. Jadwal imunisasi difteri kejaran tergantung umur anak dan jumlah imunisasi difteri yang pernah dilakukan.

Biasanya bila  anak belum pernah vaksin sama sekali, anak segera diberi vaksin DTP dari pertama hingga vaksin ketiga dengan jangka waktu  4 minggu. Dilanjut vaksin keempat 6 bulan setelahnya. Jika sudah vaksin DTP, anak diberi vaksin Td atau Tdap.

Misalnya, anak tertinggal vaksin kedua saat berumur 6 bulan, maka segera diberi vaksin kedua, lalu dilanjut vaksin ketiga saat berumur 7 bulan. Vaksin keempat dan seterusnya menurut jadwal yang telah ditentukan. Untuk informasi lebih lanjut, Moms bisa langsung mengunjungi puskesmas atau rumah sakit di dekat rumah Moms.

Apakah anak perlu divaksin lagi jika ada orang sekitar yang terkena difteri?

Ya, anak wajib diberi vaksin lagi agar tidak tertular orang sekitar. Bahkan orang dewasa juga harus divaksin. Bedanya anak diberi vaksin hingga 3 kali dengan jangka waktu yang telah ditentukan.

Apa yang terjadi jika orang dewasa tidak melakukan vaksin difteri (10 tahun sekali)?

Tidak masalah jika orang sekitar tidak ada yang mengidap difteri. Pemberian vaksin setiap 10 tahun sekali dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Dikhawatirkan tubuh sudah tidak kebal terhadap bakteri Corynebacterium diphteriae setelah sekian lama.

BACA JUGA: Pahami Tahap Imunisasi Pada Anak Moms, Ada Apa Saja?

Berapa biaya yang dikeluarkan jika ingin vaksin difteri?

Untuk anak-anak, gratis. Namun kemungkinan bisa berbayar jika imunisasi dilakukan di rumah sakit swasta. Sedangkan untuk orang dewasa, berbayar. Harga vaksin difteri yang harus dibayar tergantung Puskesmas dan rumah sakit tempat melakukan vaksin.

Bagaimana, Moms? Sekarang sudah paham tentang hal-hal yang berhubungan dengan vaksin difteri, kan? Jika sudah, sebaiknya Moms segera mengecek anak Moms, apakah sudah melakukan vaksin difteri atau belum.

Jika belum, Moms langsung ke Puskesmas atau rumah sakit untuk melakukan imunisasi difteri. Ingat ya Moms, harus sesuai tahapan vaksin difteri yang sudah dijadwalkan agar anak Moms kebal dari bakteri penyebab difteri.