Agar buah hati terjaga dari berbagai penyakit berbahaya yang masuk ke dalam tubuhnya, moms perlu melakukan tahapan imunisasi balita. Karena imunisasi bertujuan untuk membuat tubuh balita menjadi kuat dan dapat melindungi dirinya sendiri. Jadi, untuk menyelamatkan buah hati, Moms harus menepati tahapan imunisasi.

Imunisasi sendiri merupakan pemberian vaksin berupa obat-obatan yang aman. Vaksin yang memiliki kandungan bakteri atau virus yang telah dilemahkan, membuat tubuh menjadi lebih kuat untuk melawan penyakit dan infeksi di hari yang akan datang.

Tahapan Pemberian Imunisasi Pada Balita

Agar tubuh balita tetap terlindungi, Moms harus rajin memberikan vaksin pada anak dan berulang di periode tertentu. Sehingga sangat penting bagi Moms untuk mengetahui jadwal imunisasi bayi. Adapun beberapa tahapan pemberian vaksin yang harus Moms ketahui adalah,

1. Vaksin Hepatitis B (HB)

Vaksin ini merupakan imunisasi wajib untuk bayi yang dilakukan setelah 12 jam kelahiran bayi. Moms bisa mengimunisasikan langsung menggunakan vaksin hepatitis B. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyakit hepatitis pada bayi yang diturunkan oleh ibunya.

Namun 30 menit sebelum diberikan vaksin hepatitis B, bayi harus diberi suntikan vitamin K1. Pemberian vaksin ini terus berlanjut hingga bayi memasuki usia 2, 3, dan 4 bulan dalam vaksin DPT-Hep B-Hib.

BACA JUGA: Wajib Paham! Ini Tahapan Vaksin Hepatitis B yang Harus Diketahui

2. Vaksin Polio

Vaksin polio juga sangat penting diberikan kepada bayi yang baru lahir, untuk mencegah kelumpuhan yang disebabkan dari virus polio liar. Cara memberikan vaksin ini yaitu dengan memasukkan vaksin polio ke dalam mulut bayi.

Vaksin ini diberikan sebagai imunisasi bayi satu bulan yang berumur 2, 4, 6, bulan sampai lima tahun bersama imunisasi DPT-Hep B-Hib. Berikan vaksin IPV khusus untuk bayi balita yang memiliki kekebalan tubuh cukup rendah.

3. Vaksin BCG

tahapan imunisasi balita
tahapan imunisasi balita

Bayi yang memasuki umur 1- 2 bulan mesti diberikan vaksin BCG untuk mencegah penyakit tuberkulosis pada otak, paru-paru, kelenjar getah bening, dan lainnya. Jika setelah 1 bulan, suntikan BCG membekas dan akan menimbulkan benjolan kemerahan, jangan takut dulu Moms karena hal tersebut biasa terjadi. Beberapa minggu kemudian luka tersebut pun akan hilang dengan sendirinya.

4. Vaksin DPT atau DpaT

Pemberian vaksin DPT atau DPaT dilakukan ketika bayi memasuki umur 2 bulan. Vaksin ini mencegah terjadinya penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Pemberian Vaksin ini dilanjutkan ketika bayi memasuki usia 3 sampai 4 bulan, 4 sampai 6 bulan, serta 18 sampai 24 bulan.

BACA JUGA: Jangan Sampai Terlewat, Inilah Tahapan Imunisasi Wajib pada Anak

5. Vaksin Hib dan Pneumokokus

Vaksin Hib dan Pneumokokus sangat bermanfaat untuk mencegah penyakit radang paru-paru, radang telinga tengah, dan radang otak. Berikan vaksin ini ketika anak memasuki usia 2, 4, 6, serta 15 bulan.

6. Vaksin Rotavirus

Tujuan pemberian vaksin rotavirus yaitu untuk mencegah penyakit diare berat. Vaksin ini diberikan pada bayi yang berumur 2,4, dan 6 bulan.

7. Vaksin Influenza

Bayi yang diberikan vaksin influenza akan terlindungi dari virus influenza yang mengakibatkan penyakit sesak nafas, demam tinggi, radang paru, batuk pilek dan lainnya. Moms bisa memberikan waktu ini ketika mulai memasuki umur 6 sampai 7 bulan. Pemberian vaksin ini terus berlanjut sehingga memasuki masa balita, anak-anak, dan remaja.

BACA JUGA: Pahami Tahap Imunisasi Pada Anak Moms, Ada Apa Saja?

8. Vaksin Campak-Rubella

Vaksin campak rubella bisa diberikan pada anak yang memasuki umur 9 bulan, 18 bulan, dan ketika memasuki SD. Pemberian vaksin ini sangat bermanfaat bagi tubuh untuk mencegah penularan campak dan rubella.

9. Vaksin MMR

Vaksin MMR diberikan pada anak ketika memasuki usia 15 bulan dan sebelum masuk SD. Vaksin ini dapat mencegah virus MMR yang menyebabkan gondongan.

10. Vaksin Cacar air (varisela)

Vaksin cacar air diberikan ketika anak memasuki usia 1 tahun. Vaksin ini berfungsi agar tubuh tidak kontaminasi dalam penyakit cacar air yang menyebabkan penyakit lainnya. Seperti dapat merusak mata , kulit, menimbulkan diare, bahkan keguguran.

Itulah beberapa tahapan  imunisasi balita yang harus diketahui agar badan si kecil tetap sehat. Jangan lupa konsultasi dengan dokter ya Moms, agar imunisasi aman dan baik.

Leave a Comment

%d bloggers like this: