Kanker pada wanita menjadi satu isu kesehatan masyarakat yang mendapat perhatian besar di abad ini lho Moms. Pada tahun 2018 saja, diperkirakan 8.5 juta perempuan di seluruh dunia didiagnosis kanker.  Hingga saat ini, cara terbaik memerangi kanker adalah dengan penerapan gaya hidup sehat serta melakukan deteksi dini.

Penyebab kanker secara umum terkait erat faktor genetik, seperti mutasi gen ataupun riwayat keluarga dengan kanker. Jika Moms memiliki faktor risiko ini jangan sedih dulu karena kanker dapat dicegah.

jenis kanker pada wanita

Untuk mengenal 5 jenis kanker yang paling sering terjadi pada wanita, Moms wajib banget menyimak ulasan berikut.

1. Kanker Tiroid

Merupakan kanker yang terjadi pada kelenjar tiroid, yaitu kelenjar endokrin berbentuk kupu-kupu yang terletak pada leher bagian bawah. Kanker tiroid umumnya menyerang perempuan mulai usia 25 hingga 65 tahun. Selain itu, faktor risiko kanker tiroid yaitu memiliki penyakit autoimun Hashimoto, pernah terkena radiasi pada leher dan kepala, serta diet rendah yodium.

Gejala yang dialami yaitu adanya benjolan kanker di leher yang bergerak naik turun ketika menelan, perubahan suara, kesulitan bernafas, hingga kesulitan menelan. Kanker tiroid dapat dideteksi dengan USG tiroid. Kanker jenis ini memiliki tingkat kesembuhan tinggi meskipun pasien diharuskan mengonsumsi hormon pengganti tiroid setiap hari.

2. Kanker Kolon

Kanker kolon berawal dari munculnya polip pada dinding usus besar. Jika polip ini dideteksi dan ditangani dengan cepat, maka bisa mengurangi perkembangan kanker kolon. Salah satu deteksi dini yang dianjurkan yaitu melalui kolonoskopi setiap 5 hingga 10 tahun sekali.

Diperkirakan 1 dari 24 perempuan didiagnosis kanker kolon, dan umumnya diketahui pada usia 72 tahun. Beberapa faktor yang meningkatkan kemungkinan munculnya penyakit ini yaitu obesitas, konsumsi daging merah berlebih, diet rendah serat, menderita IBS (inflammatory bowel disease), serta memiliki penyakit diabetes tipe 2.

3. Kanker Payudara

Menjadi kanker yang paling sering terjadi pada wanita. Kanker payudara dikaitkan dengan mutasi gen BRCA1 dan BRCA2. Kalau Moms memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker payudara, Moms wajib banget secara rutin melakukan deteksi dini.

Cara pencegahan utama yaitu dengan SADARI (periksa payudara sendiri). Jika Moms menemukan gejala kanker payudara seperti perubahan bentuk, tekstur kulit, serta puting, maka Moms harus segera berkonsultasi ke dokter. Selain itu, USG dan mammografi juga efektif mendeteksi kanker pada payudara.

4. Kanker Serviks

Merupakan jenis kanker yang menyerang leher rahim dan diakibatkan infeksi kronis human papillomavirus (HPV). Nah, kanker ini bisa banget dicegah melalui pemberian vaksin, khususnya ketika perempuan belum aktif secara seksual.  Vaksin disarankan mulai diberikan di usia 13 hingga 26 tahun.

Gejala kanker serviks yaitu perdarahan tidak wajar di luar menstruasi dan setelah berhubungan intim, hingga nyeri berlebih pada perut. Untuk deteksinya, Moms wajib melakukan screening rutin dengan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di puskesmas ataupun bidan terdekat. Alternatif lainnya yaitu tes Papsmear di dokter kandungan.

5. Kanker Ovarium

Kanker ini menyerang indung telur dan kemungkinan terjadinya semakin meningkat seiring pertambahan usia. Kanker ovarium juga mungkin terjadi pada wanita dengan riwayat kanker payudara dan wanita yang mengonsumsi obat estrogen. Meskipun belum ada cara deteksi dini untuk jenis kanker ini, berbagai gejalanya bisa diwaspadai.

Pasien akan mengalami rasa sakit kanker seperti pembengkakan perut yang disertai penurunan berat badan. Hal ini ditambah rasa tidak nyaman pada pencernaan dan selalu ingin buang air kecil. Segera konsultasikan ke dokter ya Moms jika mengalami gejala tersebut.

Nah, itu dia 5 jenis kanker pada wanita yang wajib untuk Moms waspadai. Mengutip dr.Daniel McFarland, “Faktor risiko sifatnya sangat personal, namun selalu ada cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi faktor risiko itu.”  Semoga artikel ini bermanfaat ya Moms dan kita bisa sama-sama cegah kanker mulai dari sekarang.

Leave a Comment