Imunisasi sudah harus diberikan sejak bayi lahir hingga usia satu tahun untuk imunisasi dasar. Bahkan ada satu jenis imunisasi bayi baru lahir hingga usia 12 jam, yaitu vaksin Hepatitis B. Pentingnya pemberian vaksin ini tidak lepas dari pencegahan penyakit berbahaya yang mampu menyerang tubuh lemah sang buah hati.

Moms perlu mengetahui apa saja imunisasi untuk bayi baru lahir yang harus diberikan. Kapan saja pemberian imunisasi tersebut, dan efek samping dari imunisasi yang akan diberikan. Sehingga Moms tidak akan panik ketika menghadapi imunisasi yang wajib diberikan kepada setiap bayi, termasuk buah hati Moms nanti.

Vaksin Hepatitis B

Imunisasi bayi 1 bulan yang pertama kali harus diberikan kepada bayi setelah lahir adalah hepatitis B. Vaksin ini bisa diberikan kepada bayi hingga 12 jam setelah bayi lahir.

Namun sebelum memberikan vaksin ini harus didahului dengan pemberian vitamin K dengan cara disuntikkan. Setelah paling tidak 30 menit penyuntikan vitamin K tersebut, barulah diberikan vaksin hepatitis B.

Pemberian imunisasi untuk hepatitis B ini perlu dilakukan perulangan, seiring dengan perkembangan tubuh bayi. Perulangan dilakukan hingga empat kali, yaitu pada usia dua bulan, tiga bulan, dan empat bulan.

Hepatitis B ini bisa menginfeksi hati. Setiap bayi beresiko sangat besar terhadap virus ini. Pemberian vaksin ini akan menguatkan kekebalan tubuh bayi dalam mencegah serangan infeksi berbahaya pada hati.

Namun Moms tidak perlu khawatir ketika terjadi efek samping yang akan diderita sang buah hati. Efek samping tersebut berupa demam dan kondisi tubuh bayi yang lemas.

BACA JUGA: Wajib Paham! Ini Tahapan Vaksin Hepatitis B yang Harus Diketahui

Vaksin Polio

Imunisasi bayi baru lahir
Imunisasi bayi baru lahir

Imunisasi yang kedua bagi bayi baru lahir adalah pemberian vaksin polio. Pemberian vaksin ini bisa dilakukan sesaat setelah bayi lahir atau hingga usia bayi satu bulan. Vaksin polio juga diberikan secara berulang-ulang dan secara berkala pada usia dua bulan, tiga bulan, dan empat bulan.

Penguatan kekebalan tubuh bayi terhadap penyakit polio ini juga bisa dilakukan kembali di usia 18 bulan. Bahkan pada kasus tertentu diberikan kepada orang dewasa yang terserang polio. Kondisi semacam ini karena kemungkinan besar belum adanya imunisasi polio terhadap orang dewasa tersebut.

Penyakit ini memberikan resiko yang sangat berbahaya berupa sesak napas, kelumpuhan, bahkan bisa menyebabkan kematian. Adanya imunisasi polio akan mencegah terjadinya serangan virus polio yang sangat mematikan tersebut.

BACA JUGA: Penting Moms! Ini Tahapan Imunisasi Dasar sampai Lanjutan Pada Anak

Vaksin BCG

Jenis imunisasi bayi baru lahir yang ketiga ini sangat penting untuk mencegah tumbuh dan berkembanganya tuberkulosis (TB). Tuberkulosis merupakan infeksi yang umumnya bisa menyerang paru-paru, tulang belakang, dan beberapa organ dalam lainnya, yang paling parah ketika menjadi meningitis atau radang selaput otak.

Perlu Moms tahu imunisasi BCG ini tidak sepenuhnya melindungi tubuh dari TB, tetap saja ada potensi terserang TB. Namun adanya vaksin ini akan mencegah tumbuh dan berkembangnya infeksi, sehingga tidak menjadi semakin parah.

Pemberian vaksin ini dilakukan saat usia bayi baru lahir hingga maksimal dua bulan. Pemberian vaksin hanya dilakukan satu kali saja.

Imunisasi bayi baru lahir ini harus diberikan untuk menghindari resiko yang jauh lebih berbahaya. Meski terdapat sedikit efek samping, tetapi ini semua demi kebaikan si buah hati. Oleh karena itu, Moms tidak perlu panik, dan selalu siap mendampingi sang buah hati. Semoga buah hati Moms selalu sehat dan dapat tumbuh dengan baik tanpa takut diganggu penyakit berbahaya.

Leave a Comment

%d bloggers like this: