Ketika menjadi orang tua, mungkin dalam pikiran Moms selalu terbesit kalimat bahwa anak harus menurut terhadap kedua orang tua. Namun, seiring mereka beranjak dewasa, anak akan mempunyai dunia dan ketertarikan serta hobi sendiri dimana keputusan orang tua atau campur tangan orang tua tidak lagi mereka butuhkan. Terutama untuk anak perempuan yang menginjak usia remaja.

Sangat berbahaya ketika pada usia ini, Moms tidak mendidik mereka dengan baik. Takut-takut pergaulan mereka terlalu bebas atau bahkan merugikan diri mereka dan mencoreng nama baik kedua orang tua. Berikut ini adalah 3 cara mendidik anak perempuan usia remaja agar tidak terseret dampak buruk gaya hidup di era globalisasi.

BACA JUGA: 4 Cara Mendidik Anak Perempuan Usia 7 Tahun Agar Berkarakter Baik

Tidak Mengekang adalah Langkah Terbaik Cara Mendidik Anak Perempuan

Saat memasuki usia remaja, anak-anak biasanya sedang duduk di bangku SMP hingga SMA. Masa-masa ini adalah masa dimana mereka menemukan dunia baru selain di dalam keluarga. Saat berada di bangku sekolah menengah inilah mereka akan lebih banyak mengenal teman-teman baru di sekolah dan sering pergi keluar bersama.

Tak jarang, anak-anak perempuan yang berada pada usia ini juga akan merasakan hal yang sama dan sering keluar rumah terlalu lama hingga membuat kedua orang tua khawatir. Tahukah Moms, anak-anak perempuan yang keluar rumah terlalu lama biasanya adalah anak-anak yang biasa dikekang atau dilarang bermain terlalu lama di luar rumah.

Sebenarnya, mengekang anak perempuan bukanlah langkah yang cukup tepat karena hal ini akan menumbuhkan perasaan ingin berontak terhadap kekangan orang tua. Maka dari itu, alangkah baiknya jika Moms tidak mengekang si anak tercinta dan mengizinkan mereka keluar rumah dalam periode waktu tertentu.

Harus Diawali dari Diri Sendiri Sebagai Orang Tua Teladan yang Patut Dicontoh

Cara Mendidik Anak Perempuan
Cara Mendidik Anak Perempuan

Menjadi orang tua, sama saja menjadi guru untuk anak sendiri. Hal ini adalah hal yang paling sulit dalam mendidik anak karena Moms harus benar-benar memiliki sifat yang positif yang bisa ditiru oleh si anak. Ketika di sekolah seorang guru tidak memakai pakaian rapi berseragam maka anak-anak pasti akan mengikuti cara berpakaian guru tersebut. Jika guru tersebut sering berkata tidak baik dan cenderung kasar, maka anak-anak pasti akan mengikutinya juga.

Peran Moms sebagai orang tua sebenarnya lebih berat dari sekedar menjadi guru. Moms harus menjadi teladan serta roleplayer yang patut dan layak dicontoh oleh anak perempuan Moms. Ketika Moms mengingatkan anak Moms untuk menjaga tutur kata, tidak memelihara sifat malas serta selalu mendengarkan orang lain, langkah yang sebelumnya harus Moms lakukan adalah menerapkan sifat-sifat tersebut terhadap diri Moms sendiri karena apa yang dilakukan orang tua adalah cerminan yang juga akan dilakukan oleh anak perempuan Moms.

BACA JUGA: 3 Cara Mendidik Anak Perempuan Menurut Islam Mengikuti Cara Rasulullah

Ajarkan Pengetahuan tentang Reproduksi dan Dampak Pergaulan Bebas 

Terkadang, ketika anak-anak sudah mendapatkan pengetahuan tentang Pendidikan seksual serta pengetahuan tentang bahayanya dampak pergaulan bebas di era globalisasi, Moms sebagai orang tua di rumah akan merasa hal itu sudah cukup. Hal ini merupakan kesalahan besar dan fatal.

Tahukah Moms, apa yang diajarkan di sekolah tidak semuanya diterima anak dengan baik. Hal ini juga termasuk tentang pembelajaran tentang reproduksi dan bahayanya pergaulan bebas. Tak sedikit anak-anak remaja yang hanya menganggap pelajaran ini bagian dari penilaian di sekolah agar mendapatkan nilai baik.

Maka dari itu, Moms harus mempertegas bahayanya pergaulan bebas dan pentingnya memelihara dan memperhatikan reproduksi perempuan entah anak perempuan ataupun perempuan dewasa. Hal ini bertujuan agar anak perempuan Moms siap menghadapi dunia sosial dan membatasi diri sendiri dari bahaya pergaulan bebas.Ketiga rangkuman di atas merupakan cara mendidik anak perempuan yang sudah halomoms.id rangkumkan. Walaupun terlihat sulit diterapkan, namun hal-hal di atas sangat penting.

Leave a Comment

%d bloggers like this: